Perlengkapan Bayi

Cerpen Singkat Persahabatan Cinta & Lucu

Cerpen Singkat Cinta | Kurelakan Dia

 

 

Masa-masa SMA adalah masa peralihan dari seragam putih biru menjadi seragam putih abu-abu.

Masa ini yaitu masa remaja juga mulai mengajarkan kita akan indahnya dunia luar, persahabatan dan juga bekerja sama.

Tapi rasanya belum lengkap apabila  kata “Cinta” tak disertakan.

cerpen singkat persahabatan

 

Yap…..! Sama seperti remaja pada umumnya yang mulai mengerti tentang perasaan.

Termasuk aku Syifa Putri Humaira, itulah namaku. Aku sekarang udah kelas X.

 

Di kelasku, aku mulai dekat sama teman-teman yang menurut aku cocok jadi sahabat sejatiku yaitu Aira dan Putri.

Aku dekat banget sama mereka, sampai-sampai kami sering disebut  saudara padahal tidak.

 

Di kelas ini juga  aku dekat sama cowok. Dia satu-satunya teman  yang selalu mengerti aku dan selalu menghiburku, Raka namanya.

Menurutku, dia sosok pribadi yang baik, pintar, saleh, dan selalu murah senyum.

 

Ga heran kalau  banyak cewek yang naksir, teman sekelas, bahkan kakak kelas pun menaruh hati padanya.

Jadi karena itu, aku ga berani  mengungkapkan perasaan aku padanya.

 

Waktu pun  terus berlalu.

Tiada terasa, aku sudah setahun sekelas dengan kedua  sahabat cewekku Aira dan Putri serta sahabat cowok satu-satunya, Raka.

 

Semenjak pembagian  kelas  XI, aku dan kedua sahabat aku berada pada satu kelas yang sama, sedangkan Raka menduduki kelas yang berbeda.

Aku bingung dengan perasaan aku yang sekarang, apakah aku melanjutkan mencintainya atau tidak.

Aku berusaha melupakannya, tapi itu percuma  saja karena yang ada di benakku cuma dia seorang.

 

“Syifa, aku pengen nanya sesuatu sama kamu, “ ujar Putri suatu hari.

“Sebelumnya kamu ga pernah ngomong serius seperti ini? Mau ngomong apa?” Syifa agak kaget.

“Kamu masih suka ga sih sama Raka?” tanya Putri.

 

Aku terkejut  mendengar perkataan Putri seperti itu. Aira dan Putri tahu tentang perasaanku pada Raka waktu kami masih duduk di kelas X.

Aku pengen banget ngomong sama mereka kalau aku tuh masih punya rasa yang sama, tapi itu ga mungkin aku katakan  pada mereka.

 

“Aku udah ga punya perasaan lagi kok sama Raka,” bantahku pelan seakan berat rasanya mengucapkan kata-kata itu.

“Tau ga sih lo,  aku suka sama banget sama Raka. Salah ga aku suka sama seseorang yang menurutku baik?” Tanya Putri.

 

Aku terkejut saat aku mendengar sahabatku sendiri menyukai orang yang sama aku suka. Aku bingung harus melupakannya atau tidak?

Di situlah aku sadar aku harus melupakannya demi sahabat aku. Aku ga mau persahabatanku sama mereka bubar gara-gara masalah cowok.

 

Beberapa hari kemudian mereka jadian. Artinya aku ga punya harapan lagi untuk bilang suka sama dia.

Biar aku aja yang memendam perasaanku sendiri.

 

“Selamet yah Put, kamu dah jadian sama Raka!” Aku mengulurkan tangan pada Putri disertai senyuman.

Meski sebenarnya jauh dari lubuk hati yang paling dalam, terasa sakitnya tuh di sini, di belahan dada ini.

 

“Makasih yah Syifa ucapan selamatnya,” balas Putri  dengan wajah sumringah penuh kebahagiaan.

“Iya deh, semoga kalian langgeng,”jawabku perlahan.

Dari kejauhan, terdengar sayup-sayup di radio tetangga suara Cita Citata tengah melantunkan lagu “Sakitnya Tuh di Sini” dengan penuh perasaan.

 

Akhirnya mereka bahagia dengan hubungannya, dan aku sendiri kini  sudah tidak memikirkan cowok siapa pun lagi yang akan menjadi pacarku.

Kini aku berusaha fokus seratus prosen terhadap  pelajaran, sementara persahabatanku semakin erat bersama mereka.

 

Irna Nurafnianti

 

Baca juga cerpen singkat tentang kehidupan, Nenenkku Pahlawanku, di bagian berikut dari kumpulan cerpen singkat Caraindonesia.

 

Daftar Isi Kumpulan Cerpen Singkat

Tinggalkan Balasan