Perlengkapan Bayi

Cerpen Singkat Persahabatan Cinta & Lucu

Cerpen Singkat Mengenai Kehidupan | Sebuah Ucapan Hati

 

 

Seorang laki-laki bernama Andi, entah kenapa ia mudah percaya begitu saja dengan perkataan orang lain.

 

Ketika berjalan bersama temannya, Andi melihat seorang kakek yang sedang kelaparan dipinggir jalan.

Kemudian ia pun menghampiri kakek itu, dan memberikan uangnya  untuk membeli makanan pada kakek itu.

Kemudian temannya berbisik pada Andi .

 

“Kenapa kau memberikan uangmu pada kakek itu?” tanya temannya .

“Kakek ini sedang kelaparan aku tidak tega kalau kakek ini kelaparan, jadi aku berikan saja uangku, agar kakek ini bisa beli makanan.” jawab Andi (sambil berbisik pada temannya) .

 

“Bagaimana denganmu, jika kau memberikan uangmu padanya, pikirkanlah dirimu sendiri nanti bagaimana kamu bisa beli makanan, sudahlah tidak apa-apa nanti juga ada orang lain yang memberinya makanan.” kata temannya .

 

“Benar juga ya! Pentingkan dulu untuk diri sendiri, nanti juga ada orang lain yang memberinya makanan” kata Andi.

 

Dengan begitu mudahnya Andi percaya dengan perkataan temannya, ia tidak tahu bahwa orang yang memberi itu lebih baik daripada orang yang menerima.

Ketika dirumahnya ia menceritakan kejadian tadi kepada ibunya.

Sang ibu terkejut ketika Andi menceritakan kejadian tadi.

 

“Andi , seharusnya kamu berikan pada kakek itu uangnya, dia itu sedang membutuhkannya jika kamu juga membutuhkan uangnya.

Berikan sebagiannya saja pada kakek itu dan sebagiannya lagi untukmu beli makanan, jadi kakek itu tidak akan kelaparan dan Andi juga bisa beli makanan.

Dengarkanlah kata ibu ini baik – baik, jangan dengarkan apa kata orang lain kita belum tentu tahu bahwa itu benar atau salah, tapi dengarkanlah ucapan hatimu itu.

Kalau kamu melakukan suatu kebaikan maka hatimu akan merasa senang dan hatimu akan merasa tenang jika kamu memperbaiki kesalahan yang pernah kamu buat.” kata ibunya.

 

Setelah mendengarkan perkataan ibunya Andi merasa bersalah atas apa yang ia lakukan tadi.

Andi berfikir jika kakek itu masih kelaparan di pinggir jalan, apa yang akan terjadi nanti.

Andi segera mengambil makanan dari rumahnya, lalu menemui kakek itu dijalan tadi.

 

Saat berada disana ia melihat kakek itu masih kelaparan, Andi segera memberikan makanan yang dibawa dari rumahnya.

“Kek, ini kakek! Kamu tampak sangat kelaparan, pasti kakek belum makan dari tadi ya?” kata Andi (sambil memberikan makanannya) .

 

“Terima kasih ya nak, telah memberiku makanan ini , kakek dari kemarin belum makan apapun.

Untung saja kamu memberikan makanan ini, kalau tidak entah apa yang akan terjadi dengan kakek, mungkin kakek bisa mati kelaparan , sekali lagi terima kasih ya nak .” jawab kakek .

 

Hati Andi merasa tenang setelah kakek itu bisa makan dengan lahapnya.

Diperjalanan pulang hatinya berkata; “Jika kamu memberi sesuatu kepada orang lain baik berupa barang ataupun makanan, maka kamu juga akan mendapatkan balasannya yang berlipat ganda.”

 

Keesokan harinya Andi melihat sebuah dompet dijalan, entah punya siapa orang yang menjatuhkan dompet disini.

Ketika dilihat isi dompet tersebut, didalamnya terdapat uang ratusan ribu, kartu rekening, dan kartu pemilik dompet itu.

 

Andi berfikir jika ia kembalikan dompetnya akan sangat jauh menuju ke alamat rumahnya, tapi jika aku ambil, ini kan bukan milikku.

Kata ibu kalau kita menemukan sesuatu bukan milik kita itu tidak akan berkah.

 

Setelah berfikir ucapan hati Andi berkata; “Lebih baik kamu kembalikan kepada pemiliknya, karena itu bukan milikmu.

Walaupun tempatnya jauh yang penting kamu bisa melakukan suatu kebaikan, dan barang siapa yang melakukan suatu kebaikan, maka ia akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. ”

 

Begitulah didalam hati Andi mengucapkan siatu perkataan yang penuh dengan arti.

Andi semakin mengikuti apa ucapan hatinya, ia segera pergi menemui rumah pemilik dompet itu.

 

Dengan berjalan kaki ia menuju ke rumahnya yang sangat jauh, akhirnya menemukan rumah pemilik dompet itu, lalu kemudian …

Andi mengetuk pintunya tok…tok…tok… seorang anak perempuan yang membuka pintunya.

 

“Assalamualaikum!!” kata Andi.

“Wa’alaikum salam, maaf sepertinya aku belum pernah melihatmu, mau bertemu dengan siapa, ya? kata perempuan itu.

 

“Maaf, sebenarnya aku ingi mengembalikan domper ini, sepertinya memang benar alamatnya ada disini.” jawab Andi (sambil menunjukan dompet itu) .

“Ini memang benar, ini dompet milik ibuku terimakasih ya kamu telah menemukannya.

 

Ibuku pasti senang denganmu karena kamu telah menemukan dompetnya. Ayo silahkan masuk nampaknya kamu kelelahan ya ” kata perempuan itu.

 

Andi pun masuk kedalam rumahnya, kemudian Andi bercakap dengan perempuan itu dirumahnya sambil menunggu ibunya pulang dari kantor.

Perempuan itu bernama Adila, mereka bercakap-cakap tentang pengalamannya masing-masing, kemudian ibunya Adila pulang kerumahnya.

 

“Adila siapa dia nak, apakah dia temanmu? ” tanya ibunya Adila.

“Bukan, ibu dia itu datang dari kampung sebelah, ia kesini ingin memberikan dompet ibu yang hilang itu.” jawab Adila.

 

“Oh jadi kamu yang menemukan dompet saya.

Terimakasih ya, saya sangat berterimakasih kepadamu, karena telah menemukan dompet ini, aku akan memberikan hadiah atas apa yang kau lakukan tadi.

Ini terimalah, tolong terimalah hadiah ini aku sangat senang jika kamu menerima hadiahnya.” kata ibunya Adila.

 

Awalnya Andi menolak hadiah itu, tapi ibunya memaksa untuk menerima hadiahnya , jadi ia menerima hadiahnya.

Lalu Andi juga sudah berkenalan dengan keluarga Adila, Andi bisa berkunjung kapan saja juaga ke rumah Andi.

Tak terasa setelah bertahun-tahun kemudian Andi dan keluarganya datang menuju rumah Adila.

 

“Maaf apabila kami mengganggu kalian sebentar, kami ingin bicara serius dengan kalian semua.” kata ayahya Andi.

“Bicara serius apa, ya?” tanya Ibunya Adila ( sambil tegang ).

 

“Kami ingi megatakan bahwa kami ingin melamar putri anda Adila, mungkin Andi bisa menjaga putri kalian dengan baik, apakah kalian menerima lamaran ini?” kata ayahnya Andi.

“Bagaimana kami bisa menolaknya, tentu saja kami menerima kami menerima lamaran ini, kami yakin bahwa Andi itu orang yang sangat bertanggung jawab dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik ” kata Ibunya Adila.

 

Akhirnya Andi pun mendapatkan calon istri yang baik dan solehah seperti Adila.

Saat kecil Andi pernah memberi makanan pada seorang kakek yang sedang kelaparan, lalu dibalas dengan di berinya calon istri yang baik dan solehah.

Kemudian ketika menemukan sebuah dompet lalu diberikan kepadan pemiliknya, dia dipertemukan dengan seorang gadis yang ditakdirkan bersama sebelumnnya.

 

Itulah jangan dengarkan perkataan orang lain kita belum mengetahui bahwa itu benar atau salah.

Tapi jika kamu mengikuti apa ucapan hatimu aku yakin kamu akan seperti Andi yang akhirnya memiliki pasangan yang solehah dan terbaik baginya.

 

Itu karena ia tidak pernah berhenti melakukan kebaikan karena ucapan hatinya.

 

Ridwan Fadhil Baihaqi

 

Jangan lupa untuk membaca cerpen singkat persahabatan berikut ini, Anjani, Senja Dari Negeri Awan.

 

Daftar Isi Kumpulan Cerpen Singkat

Tinggalkan Balasan