Kerja Keras Saja Tak Cukup. Ini 12 Cara Sukses Di Kantor

Siapa yang tak ingin memiliki karir yang sukses di kantor? Tentunya banyak orang yang kerja keras mengejar hal tersebut.

Namun tak sedikit orang yang beranggapan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan hanya dengan kerja keras.

Namun perlu diketahui, kerja keras bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh dalam kesuksesan bekerja di kantor, masih banyak hal lain yang tentu saja sangat berpengaruh.

Bahkan berbagai macam hal ini menjadi penentu, baik atau tidaknya masa depan karir seorang karyawan.

Lalu, apa saja faktor-faktor penentu perilaku agar bisa sukses di kantor?

 

Advertisements

Pastikan Punya Tujuan

 

Setiap atasan biasanya punya target yang akan dibebankan ke kita, termasuk karyawan baru. Tapi tanpa target dari atasanpun kita harus punya tujuaan.

Memiliki tujuan dapat kita gunakan untuk mengukur kesuksesan kita, tanpa tujuan, kita mungkin tidak tahu apa yang kita kerjakan sebenarnya setiap hari.

 

Buat langkah strategi

 

Jangan hanya memasang target setinggi langit, lalu melupakannya. Bikin langkah strategis untuk itu.

Mulai dari hari pertama kerja, terus evaluasi langkah-langkah strategis yang anda telah buat. Situasi kerja sangat dinamis, jadi evaluasi rutin, harus dilakukan.

 

Katakan Ya

kerja keras

 

Setiap diberikan tugas, selalu katakan iya, meskipun kita belum tahu bagaimana cara mengerjakannya. Setelah itu mulailah mencari referensi dari tugas yang akan kita kerjakan.

Selalu bilang iya bukan berarti kita sok tahu, tapi menunjukkan kita sebagai karyawan baru punya semangat kerja dan ingin belajar yang tinggi.

 

Evaluasi Kelompok Yang Ada

Advertisements

 

Dimanapun kita berada, kelompok sudah pasti ada. Jadi kelompok dalam suatu lingkungan bukan suatu hal yang negatif.

Mulailah pembicaraan yang ringan dan aktif bertemu orang lain di perusahaan. Anda bisa memulai dengan meminta saran mereka.

Dengarkan pembicaraan mereka, karena orang suka di dengar. Mereka akan mau membagikan pengetahuan yang telah mereka pelajari di kantor.

Jadi tidak perlu takut untuk memanfaatkan jaringan kerja

 

Aktif di meeting

kerja keras

 

Mulai dari awal masuk kerja saat menjadi karyawan baru, kita harus menghadiri rapat dan evaluasi mingguan.

Hindari berpikir meeting adalah tempat yang membosankan, namun justru meeting adalah tempat yang bagus untuk bertukar pikiran.

Kita juga bisa mengukur, bidang apa yang kita kuasai dan mulai menunjukkan keahlian yang kita punya.

 

Cari solusi masalah di tim

 

Tidak ada tim tanpa masalah. Dari sekian banyak karyawan di tim, mayoritas pasti akan bersikap pasif atau bahkan menghindari masalah.

Namun justru karyawan yang punya kemauan untuk menyelesaikan masalah akan mendapat nilai lebih dari rekan kerja dan atasan.

Jangan cuma memberi tahu masalahnya apa, tapi berikan juga solusinya.

Yang paling penting dalam memberikan solusi adalah, jangan mengambil solusi berdasarkan pola kerja di kantor lama kita. Setiap kantor punya pola yang berbeda.

 

Rutin olah raga

kerja keras

 

Orang yang berolah raga akan selalu terlihat lebih segar dan mampu menagani tekanan lebih baik dari rekan kerja yang pola hidupnya tidak sehat.

Olah raga juga berpengaruh dengan gaya hidup konsuntif. Semakin sehat kita, semakin jarang kita membeli barang sebagai pelampiasan stres di kantor.

 

Belajar Kempemimpinan

 

Semua orang bisa menjadi bos, tapi sedikit yang bisa menjadi pemimpin. Pelajari apa yang tim dan rekan kerja anda butuhkan.

Menjadi pemimpin yang baik bukan saja hanya memperhatikan kinerja bawahan, namun juga memperhatikan psikologis bawahan.

Ingat, tidak semua orang dapat diperlakukan sama.

 

Waktu Efesien

 

Daripada pura-pura bekerja dengan memperlambat tempo kinerja anada, lebih baik cepat selesaikan pekerjaan. Semakin cepat pekerjaan selesai, semakin cepat kita punya waktu untuk keluarga

& aktivitas lain di luar kantor.

 

Minta Masukan

kerja keras

 

Setelah menyelasaikan target anda, jangan lupa minta masukan atas kinerja anda. Minta masukan tidak berarti kita bodoh, namun justru ini merupakan cara kita sebagai karyawan baru belajar

dari kekurangan kita, supaya lebih baik kedepannya.

 

Tingkatkan Hubungan Dengan Rekan Kerja

 

Bersama rekan kerja, kita tumbuh bersama, tanpa kerja tim mustahil perusahaan akan maju. Bertindak individualis akan menjadi bumerang bagi kehidupan kita di kantor selanjutnya.

 

Jangan Lupakan Rekan Kantor Lama

 

Yang sering dilakukan karyawan pada umumnya, meminta rekomendasi pada saat mencari kerja. Secara psikologis ini tidak baik, kita akan terlihat “ada maunya”.

Tetap menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja di kantor lama, akan menambah jaringan kita dalam pekerjaan.

 

Lagipula, siapa tahu suatu saat kita ternyata akan kembali bekerja pada kantor yang dulu. Tidak ada yang tahu masa depan bukan?

Faktor kemampuan bahasa asing juga menjadi hal yang utama saat menjadi karyawan. Pelajari bahasa Inggris di artikel ini

 

Tinggalkan Balasan

  • Post author: